Perangkat KBM

Minggu, 04 Maret 2018

GELIAT LITERASI DI MIN 19 ACEH TIMUR
Oleh : Agussalim, S.Pd.I

 “Membacalah agar kamu mengenal dunia, dan menulislah supaya engkau di kenal dunia”. kalimat inilah yang menjadikan motivasi MIN 19 Aceh Timur untuk menggalakkan literasi bagi peserta didiknya. Madrasah terus melakukan berbagai upaya untuk mendukung program pemerintah Aceh yaitu "Aceh Carong (Aceh Pintar). salah satu upaya tersebut adalah mengembangkan Budaya Literasi di madrasah dengan mewajibkan peserta didik untuk meminjamkan buku di perpustakaan madrasah.

Iqra' atau bacalah merupakan perintah pertama yang diterima Rasulullah SAW dari Allah SWT, sebuah perintah agar umat islam nantinya menjadi umat yang mampu membangun peradaban besar dengan budaya membaca ini. Seorang sastrawan Ceko, Milan Kundera menyebutkan bahwa membaca adalah salah satu senjata untuk melawan lupa. dengan membaca orang bisa menjelajah dunia, menerabas ruang dan waktu serta bertemu dengan berbagai individu dari masa lampau, hingga masa yang akan datang, namun sayangnya buku sudah dianggap barang mahal, dan menjadi kebutuhan kesekian bagi keluarga dan masyarakat Indonesia.

Melihat perkembangan ini, MIN 19 Aceh Timur sangat konsen untuk menerapkan Budaya Literasi Madrasah. dan sistem yang telah dilaksanakan yaitu, mulai hari senin sampai dengan jum'at masing2 peserta didik wajib meminjamkan buku yang mereka sukai dengan jumlah halaman yang disarankan adalah hanya 1 s.d 2 lembar, setelah mereka membaca selanjutnya telah disiapkan jurnal literasi di masing-masing peserta didik. untuk diisi diantaranya : Judul apa, siapa nama pengarangnya, halaman berapa yang dibaca, siapa nama tokoh dalam bacaan tersebut. hal-hal yang ringan dulu, dengan harapan semakin banyak buku yang dibaca, semakin banyak pula kosa kata yang mereka kuasai. sehingga berdampak positif dan membantu guru dalam proses belajar mengajar nantinya di dalam kelas.

Kegiatan di hari sabtu, diantaranya pengembangan literasi yang sudah mulai diterapkan di semester pertama tahun ajaran 2017-2018. Dengan menyediakan waktu 2 jp untuk literasi, disana nanti siswa diminta untuk menceritakan kembali apa yang sudah mereka baca. langkah ini merupakan langkah kecil untuk menuju langkah besar dari sebuh tujuan gerakan literasi madrasah, yaitu menciptakan manusia pembelajar sehingga terus belajar sepanjang hayatnya. Gerakan literasi madrasah sebenarnya bertujuan mendorong siswa untuk membudayakan membaca dan menulis, sehingga anak terus belajar tanpa harus diperintah. namun, literasi ini tidak hanya sebatas menulis dan membaca saja. namun pihak madrasah sudah mulai berbuat yang dimulai dari Literasi Dasar (Basic Literacy).

Berharap dalam hal ini perpustakaan daerah kabupaten Aceh Timur, sudi kiranya mengunjungi kami di Madrasah, siswa haus akan buku-buku baru yang bermutu. semoga hal kecil yang telah kami lakukan dapat merubah wajah pendidikan Aceh Timur pada umumnya dan Madrasah Ibtidaiyah Khususnya.

Tentu kerja keras ini tidak akan bernilai apa-apa apabila tanpa dibarengi dengan niat dan motivasi yang lurus. Membaca merupakan suatu ibadah dan jalan satu-satunya untuk menggapai ilmu. Maka membaca merupakan penghormatan terhadap ilmu dan jalan satu-satunya untuk meraih kedudukan sebagai orang ‘alim atau ahli ilmu. Sosok-sosok orang ‘alim inilah yang di kemudian hari pasti akan melahirkan peradaban-peradaban gemilang, sebuah peradaban berbasis ilmu.

Maka Maha Benarlah Allah SWT melalui malaikat Jibril memberikan perintah pertama kepada Rasulullah dengan kata-kata Iqra'-Bacalah, karena semuanya berawal dari membaca.